Sepucuk surat untukmu, suamiku

Assalamualaikum ayah..
Sudah 9 tahun lamanya mamah kenal ayah. Melewati 6 tahun pacaran untuk kemudian memantapkan hati untuk ke pelaminan.
Selama 9 tahun itu pula kita berhubungan jarak jauh.
Tahun ini baru saja kita melewati ulang tahun pernikahan kita yang ke-2, tanpa kue, tanpa perayaan apapun, bahkan berkumpul bertiga pun tidak. (So sad)
Lagi-lagi jarak yang menghalangi kita untuk berkumpul bersama.

Mamah masih ingat ketika mamah tanya mengenai indikator istri kebanggaan ayah (tugas NHW #2 kemarin) salah satunya ayah tulis "istri yang bisa mendampingi dalam keadaan apapun".
Ya Allah yag, disini mamah merasa tertampar yah,, jlebb langsung ke ulu hati mamah,,
merasakan betapa sepinya ayah disana seorang diri, menyiapkan kebutuhan semuanya sendiri tanpa istri dan anak yang menemani.
Mamah aja yang ditinggal ayah kerja lembur sampai malam aja merasa sepi sendirian banget disana, apalagi ayah yang berbulan-bulan ??

Maafin mamah ya yah,
Yang belom bisa menjadi seorang istri yang baik,
Yang masih sering ngeyel, sering bikin ayah marah
Yang belom bisa melayani kebutuhan ayah setiap harinya,
Yang juga masih belom bisa menjadi Ibu yang baik bagi Sheza anak kita
Yang masaknya juga belom becus, kadang keasinan, kadang kemanisan, kadang gosong
Yang mungkin sesekali nadanya masih ketinggian (ini g ada maksud apa2 yah,, murni kebiasaan dr kecil aja)

Percayalah yah, mamah sedang dalam taraf belajar dan berusaha untuk mencapai itu semua,,
Mamah butuh support dari ayah, dan ridho dan kesabaran yang lebih lagi dari ayah.
Tanpa ridho dari ayah, mamah tak berkutik sama sekali yah. Sia-sia semuanya

Kita berdua harus saling menguatkan ya yah,, berusaha membangun keluarga kecil kita untuk menjadi lebih kuat, saling menyayangi mencintai, saling mengisi kekurangan satu sama lain.

Terima kasih,
Sudah berusaha menjadi imam yang baik bagi untuk keluarga kecil kita.
Walau Mamah tau tak mudah bagi ayah melewati hari-hari disana,

Terima kasih,
Atas kesabaran ayah nungguin family time tiba, sabar ngadepin istri macam mamah ini.
Yang mau menerima istri yang punya banyak kekurangan, bolong disana sini

Terima kasih,
Atas perhatian dan pengertian ayah selama ini. Suamiku yang tidak pernah mengekang aku
Suamiku yang selalu mensupport aku apapun kegiatanku
Suamiku yang selalu ada untukku, everytime I need, kamu selalu berusaha untuk ada untukku. Inget pas mamah lagi hamil yah ? Waktu itu ayah pulang kantor jam 11 malem, dan mamah waktu itu pengen banget ketemu sama ayah, kangen sama ayah, pengen dielus-elus punggung. Langsung ayah balik badan balik lagi ke bandung, pdhal baru ditinggal 3 hari. Akhirnya nyampe bandung pagi2 subuh. Terharu flashbacknya.. T.T 😫😥😭
Suamiku yang selalu mengupayakan kebahagiaan istri dan anaknya.
Suamiku yang selalu mengutamakan keluarganya.
Yang selalu bekerja keras totalitas dalam bekerja memastikan bahwa anak istrinya tercukupi kebutuhannya.

Suamiku,
Terima kasih telah memilihku sebagai istrimu. Sungguh ku beruntung memilikimu.
Kita nanti sekeluarga bareng-bareng di surga ya yah..

Salam sayang
Istri terkasihmu ❤❤

Komentar