NHW #3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah
Assalamualaikum readers,,
hallo apa kabar ? semoga semuanya dalam keadaan sehat dan prima ya.. apalagi nih minggu-minggu ini bertepatan dengan HUT RI yang ke-73, pasti buanyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan setempat yang notabene membutuhkan stamina yang kuat dan prima.
Dan teruntuk saudara-saudara kita di Lombok, dan sekitarnya yang sedang dilanda musibah Gempa Bumi, mari kita luangkan waktu sejenak untuk mendoakan mereka agar mereka diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam melewati ujian ini. Aamiin
Wahh tidak terasa yaa waktu cepat sekali berlalu, tau-tau udah seminggu aja nihh.
nggak terasa udah saatnya saya untuk setor tugas MIIP.
Tema tugas kali ini adalah mengenai "Membangun Peradapan dari Dalam Rumah". Adapun NHW #3 (Nice Homework) yaituuu,, jeng jeng jeng jeng
Actually, karena berbagai macam latar belakang kondisi dari peserta MIIP, maka tugas NHW #3 ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Pra Nikah, Nikah, dan Single Parent. Yang akan saya kerjakan pada NHW #3 ini adalah yang bagian Nikah, so ini dia pertanyaannya
Tanggapan saya :
Untuk poin pertama ini, surat cinta sudah saya kirimkan ke suami saya, dan responnya seperti biasa, lempeng-lempeng wae. huuufttt
Bagian ini agak kesel sih yaa,, saya nya udah nulis panjang lebar, sampai bingung lagi mau nulis apa tapi responnya gitu tok, gak ada romantis-romantisnya sama sekali,,, bukannya nggak tulus nulis surat cintanya atau gimana. Tulus kok, beneran deh,,hahaha tapi mbok ya mbok yaaa,, sejujurnya perempuan itu akan lebih suka kalau pasangannya mau sedikit berbasa-basi.. iya too ? hahaha
Oiyaa,, surat cinta bisa kalian baca disini ya..
tanggapan suami saya setelah membaca surat cinta itu "👍". Udah gitu tok.
Kesel gak ?? Kezeell kan yaaa...
Jadi maksud dari "jempol" itu (setelah saya interogasi lebih lanjut) adalah supaya apa yang ada didalam surat cinta itu dapat segera diimplementasikan bisa menjadi kenyataan. Suami saya sepertinya tidak sabar ingin ikut andil juga dalam urusan mendidik anak, beliau ingin memantau langsung tumbuh kembang anaknya seperti apa, maklum kami berdua sejak awal menikah sudah Long Distance. Pernah saya beberapa kali ikut suami, akan tetapi cuman paling lama baru 2 bulan disana, setelah itu balik lagi ke rumah orang tua. Kami berdua terpaksa LDM bukan karena berantem atau karena saya tidak betah disana bukan,, tapi memang ada kepentingan yang mengharuskan saya untuk sementara stay sama orang tua dulu..
Naah,, sebagai calon Ibu Profesional saya saat ini sedang mencari celah agar bisa memenuhi keinginan beliau. Insya Allah nih, bulan depan saya berencana untuk pulang kerumah saya, berkumpul lagi dengan suami dan anak tercinta disana. Semoga Allah meridhoi rencana saya ini, karena suamipun sangat meridhoinya, Aamiin.
Sejujurnya dengan adanya penugasan ini membuat suami saya menjadi lebih terbuka kepada saya. Sebelumnya kami berdua memang selalu sharing, akan tetapi hal-hal yang sifatnya seperti keinginan yang terpendam beliau lebih suka memendamnya, katanya mencari timing yang tepat,, tapi entah kapan tepatnya "timing yang tepat" itu.
Point Kedua
SHEZA AZZAHRA MAHESTRI
Namanya Sheza dengan nama lengkap Sheza Azzahra Mahestri. Buah hati pertama kami yang Allah SWT anugerahkan kepada kami di tahun pertama pernikahan kami. Tiada henti kami mengucapkan syukur atas hadirnya sosok mungil ini. Sosok yang sekarang menemaniku untuk menghabiskan hari-hariku.
hallo apa kabar ? semoga semuanya dalam keadaan sehat dan prima ya.. apalagi nih minggu-minggu ini bertepatan dengan HUT RI yang ke-73, pasti buanyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan setempat yang notabene membutuhkan stamina yang kuat dan prima.
Dan teruntuk saudara-saudara kita di Lombok, dan sekitarnya yang sedang dilanda musibah Gempa Bumi, mari kita luangkan waktu sejenak untuk mendoakan mereka agar mereka diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam melewati ujian ini. Aamiin
Wahh tidak terasa yaa waktu cepat sekali berlalu, tau-tau udah seminggu aja nihh.
nggak terasa udah saatnya saya untuk setor tugas MIIP.
Tema tugas kali ini adalah mengenai "Membangun Peradapan dari Dalam Rumah". Adapun NHW #3 (Nice Homework) yaituuu,, jeng jeng jeng jeng
Actually, karena berbagai macam latar belakang kondisi dari peserta MIIP, maka tugas NHW #3 ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Pra Nikah, Nikah, dan Single Parent. Yang akan saya kerjakan pada NHW #3 ini adalah yang bagian Nikah, so ini dia pertanyaannya
*Nikah*
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Tanggapan saya :
Untuk poin pertama ini, surat cinta sudah saya kirimkan ke suami saya, dan responnya seperti biasa, lempeng-lempeng wae. huuufttt
Bagian ini agak kesel sih yaa,, saya nya udah nulis panjang lebar, sampai bingung lagi mau nulis apa tapi responnya gitu tok, gak ada romantis-romantisnya sama sekali,,, bukannya nggak tulus nulis surat cintanya atau gimana. Tulus kok, beneran deh,,hahaha tapi mbok ya mbok yaaa,, sejujurnya perempuan itu akan lebih suka kalau pasangannya mau sedikit berbasa-basi.. iya too ? hahaha
Oiyaa,, surat cinta bisa kalian baca disini ya..
tanggapan suami saya setelah membaca surat cinta itu "👍". Udah gitu tok.
Kesel gak ?? Kezeell kan yaaa...
Jadi maksud dari "jempol" itu (setelah saya interogasi lebih lanjut) adalah supaya apa yang ada didalam surat cinta itu dapat segera diimplementasikan bisa menjadi kenyataan. Suami saya sepertinya tidak sabar ingin ikut andil juga dalam urusan mendidik anak, beliau ingin memantau langsung tumbuh kembang anaknya seperti apa, maklum kami berdua sejak awal menikah sudah Long Distance. Pernah saya beberapa kali ikut suami, akan tetapi cuman paling lama baru 2 bulan disana, setelah itu balik lagi ke rumah orang tua. Kami berdua terpaksa LDM bukan karena berantem atau karena saya tidak betah disana bukan,, tapi memang ada kepentingan yang mengharuskan saya untuk sementara stay sama orang tua dulu..
Naah,, sebagai calon Ibu Profesional saya saat ini sedang mencari celah agar bisa memenuhi keinginan beliau. Insya Allah nih, bulan depan saya berencana untuk pulang kerumah saya, berkumpul lagi dengan suami dan anak tercinta disana. Semoga Allah meridhoi rencana saya ini, karena suamipun sangat meridhoinya, Aamiin.
Sejujurnya dengan adanya penugasan ini membuat suami saya menjadi lebih terbuka kepada saya. Sebelumnya kami berdua memang selalu sharing, akan tetapi hal-hal yang sifatnya seperti keinginan yang terpendam beliau lebih suka memendamnya, katanya mencari timing yang tepat,, tapi entah kapan tepatnya "timing yang tepat" itu.
Point Kedua
SHEZA AZZAHRA MAHESTRI
Namanya Sheza dengan nama lengkap Sheza Azzahra Mahestri. Buah hati pertama kami yang Allah SWT anugerahkan kepada kami di tahun pertama pernikahan kami. Tiada henti kami mengucapkan syukur atas hadirnya sosok mungil ini. Sosok yang sekarang menemaniku untuk menghabiskan hari-hariku.
![]() |
| Sheza usia 2 hari |
Bayi mungilku lahir pada tanggal 10 Mei 2017 secara SC (Section-C atau operasi sesar) dikarenakan miopi saya yang tinggi sekali sehingga tidak memungkinkan untuk lahir secara normal. Tak apa, apapun itu yang penting my priority, my baby sehat kuat lengkap sempurna, Alhamdulillah. ❤❤
Bayi mungil itu sekarang sudah berusia 15 bulan, tumbuh begitu cepatnyaa, sudah bukan baby lagi, sudah TODDLER sekarang, Masya Allah Alhamdulillah. tapi tapi tapi jadi kangen sewaktu dia bayi lagi..
Rasa haru selalu menyelimuti diriku setiap kali ku ingat bagaimana proses melahirkan tersebut. Bukan trauma, melainkan rasa tidak percaya, seorang 'aku' kini sudah menjadi seorang ibu, rasa-rasanya berat sekali tanggung jawab ini, tp siap tidak siap kami harus SIAP karena Allah SWT telah mempercayakan kepada kami amanah besar ini.
Sesaat setelah operasi, pertama kali kusentuh bayi mungil ini, sungguh rasanya terharu sekali. Begitu lahir, proses IMD pun dilakukan, bingung, itu yang saya alami, bagaimana cara nyusuin yang benar ? Bagaimana cara pelekatan yang baik ? Bagaimana kalau bayiku tersedak ? Akan tetapi Qadarullah, bayi mungilku mencari sendiri puting ibunya. Begitu pintarnya dia nenen, tidak bingput, tidak tersedak. Masya Allah. Emaknya udah bingung kayak apa, anaknya selow selow aja spertinya. 😂😂
Hari demi hari pun aku dibuat takjub akan milestone nya. Maklum anak pertama yaa, jadi wajar kalau dikit-dikit heran dikit-dikit kagum, wkwkwk 😅😆
Secara garis besar, milestone dia diusia 2.5 bulan sudah bisa tengkurap, usia 4-5 bulan sudah bisa duduk tegak, di usia 5 bulan sudah minta untuk di titah, tp tidak saya izinkan, karena menurut yang saya proses merangkak jauh lebih penting dari itu. Di usia 7 bulan dia mulai bisa untuk merambat,, akan tetapi untuk proses merangkak justru dia alami ketika umur 7 bulan itu. Jadi dia merambat dulu baru kemudian merangkak.
Secara garis besar, milestone dia diusia 2.5 bulan sudah bisa tengkurap, usia 4-5 bulan sudah bisa duduk tegak, di usia 5 bulan sudah minta untuk di titah, tp tidak saya izinkan, karena menurut yang saya proses merangkak jauh lebih penting dari itu. Di usia 7 bulan dia mulai bisa untuk merambat,, akan tetapi untuk proses merangkak justru dia alami ketika umur 7 bulan itu. Jadi dia merambat dulu baru kemudian merangkak.
Sheza termasuk anak yang hati-hati sekali. Pada proses dia merambat itu, dia akan mengamati terlebih dahulu situasi dan kondisinya,, misalnya ketika dia ada diatas tempat tidur, mau turun. Bila dirasa she's not sure, not safe for her, dia akan nangis, manggil-manggil emaknya..emaknya g ngapa-ngapain padahal, cuman duduk liatin dia, dianya turun sendiri dong dari atas, hahaha 😆😆 jadi manggil emaknya buat yakinin dia kalau 'it's safe now, ada emak gue disini, gue bisa turun sekarang' gitu kali yaa kalau waktu itu dia bisa ngomong.. hahahaha 🤣🤣
Dia mulai bisa berjalan mandiri full di usia 12 bulan. Pernah di usia 11 bulan, karena geregetan waktu itu saya stimulasi dia memakai baby walker, tp yang ada malah baby walkernya "njluruk", dia tidak bisa mengkontrolnya, hahaha 🤣🤣
Punya baby itu hiburan tersendiri yaa,, kadang kita takjub melihat perkembangannya,, disaat kita sedih, kadang ada aja tingkah lakunya yang membuat kita jadi ketawa ngakak. 😂😂
Sheza itu kesukaannya apa yaa,, hhmm under 12 mo dia suka banget ngemil, karena aku menerapkan ke dia, dia ngemil memakai blw makan besar spoonfeed, mungkin dia suka bermain-main sama makanannya,, suka sesuatu yang baru, katakanlah sensori play nya dapet ketika blw itu. Tapi menginjak 12 mo keatas, nafsu makannya turun drastiss,, lebih sering GTM, tp sekarang di 15 mo ini, aku sudah mulai bisa baca ritme dia makan alhamdulillah, dia ini bukan anak yang suka makan sendiri, tapi tipe anak yang suka makan bareng-bareng. Akan habis makan banyak ketika dia makannya ada temennya. Dan sambil blw-an tentunya. Kalau disuapin dia emoh, dan paling mentok habis 2 sendok doang, beda kalau makan bareng-bareng, bisa 3x lipat lebih banyak. Alhamdulillah. Semoga bisa konsisten begini terus ritme makannya.
Melihat cara dia bermain, saya rasa sheza ini tipe anak yang hati-hati sekali dalam mengambil keputusan, saya rasa banyak hal yang dia pertimbangkan sebelum melakukan sesuatu. She Look, She think, She Act, kira-kira begitulah. Ketika dia bermain dengan anak-anak seumurannya, dia akan meng-observasi dulu, dia akan melihat temannya memainkannya, jika itu tidak berbahaya dia akan mencobanya, akan tetapi jika tidak dia akan skip dulu nyari yang lain. Sheza bukan tipe anak yang suka berkotor-kotor ria dan dia orangnya fashionable. hahaha
bukan fashionable dalam arti yang hedon bukan, akan tetapi dia suka bercermin dan bawa-bawa bajunya,, kemudian dalam pemilihan warna pun dia tau warna favoritnya dia apa.
Dalam kategori memorizing, dia termasuk anak yang cepat belajar. Untuk terus menstimulasinya biasanya saya ajak dia mainan Flashcard.
Point ke tiga
Lalu seperti apa potensi yang saya punya ? Mengapa saya hadir di tengah-tengah keluarga dengan potensi ini ?
Entah kenapa sulit sekali bagi saya menggali potensi diri yang dimiliki, lebih mudah menggali kekurangan diri daripada menggali potensi diri. Untuk mengetahui potensi yang kita punya, kita dapat menggunakan parameter 4E, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, Earn.
1. ENJOY, apakah kamu happy melakukannya
2. EASY, apakah kamu mudah melakukan suatu kegiatan,
3. EXCELLENT, apakah setelah difasilitasi dan diasah oleh pelatih atau kursus hasil yg dibuat semakin keren?
4. EARN, apakah yg kamu kerjakan (setelah hasilnya keren tsb) memberikan manfaat bagi orang lain bahkan dilevel berikutnya bisa menghasilkan. Jika jawab dari semua pertanyaan tersebut YA, maka sangat patut diduga bahwa kamu berbakat di hal tsb.
Jika mengacu pada 4 parameter ini, potensi yang saya miliki diantaranya adalah saya sangat suka sekali pada hal-hal yang berbau "baru", misal rumah baru, kendaraan baru,, eeh eehh nggak ding, hahahaha
yang bener adalah ilmu baru, teman baru, pengalaman baru, dari penjabaran kesukaan saya ini bisa dikatakan saya adalah orang yang selalu bersemangat dalam belajar, suka bersosialisasi, gampang beradaptasi, dan pemberani, hehehe
Dari kesukaan-kesukaan saya itu Earn yang saya peroleh bukan berupa uang atau materi lainnya, melainkan kepuasan batin jiwa raga. Misalnya ketika saya memasak, masakan saya disukai oleh suami, itu ada kepuasan tersendiri untuk saya. Adalagi misalnya ketika saya mendapat ilmu parenting baru mengenai stimulasi daya ingat dengan menggunakan Flashcard, kemudian langsung saya aplikasikan ke anak saya, dan kemudian mulai keliatan hasilnya, disini ada perasaan senang, campur bangga, bahagia. Disini Earn yang sesungguhnya bagi saya.
Menilik potensi-potensi yang ada didiri saya sekarang ini, saya rasa saya hadir di keluarga ini, menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu, adalah untuk menyemangati suami dan anak-anak saya agar mereka tertarik untuk belajar ilmu baru, mempersatukan keluarga dengan suasana yang hangat dan nyaman dan ikut bersosialisasi atau berkontribusi ke masyarakat sekitar dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Bukankah ibadah terpanjang adalah membina rumah tangga ? jadi saya rasa tujuan Allah SWT menjadikan saya sebagai ibu dan istri adalah agar bisa membuat keluarga saya rukun, menciptakan rasa hangat didalam rumah, dan membuat anak-anak saya mandiri dengan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap Tuhan mereka dan Keluarga mereka,
Jika keluarga sendiri telah menemukan kebahagiaan dan kehangatan dalam rumahnya, maka kebahagiaan itu harus dibagikan kepada masyarakat sekitar agar lingkungan masyarakat kita pun bahagia.
Habluminallah Oke, Habluminannas nya juga oke.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga NHW #3 ini,, panjang juga yaa PR nya,, hahaha
semoga dengan adanya NHW ini menjadi semakin sadar akan peran nya dan langsung take action sebagai seorang Ibu Profesional. Semangaaattttt
Melihat cara dia bermain, saya rasa sheza ini tipe anak yang hati-hati sekali dalam mengambil keputusan, saya rasa banyak hal yang dia pertimbangkan sebelum melakukan sesuatu. She Look, She think, She Act, kira-kira begitulah. Ketika dia bermain dengan anak-anak seumurannya, dia akan meng-observasi dulu, dia akan melihat temannya memainkannya, jika itu tidak berbahaya dia akan mencobanya, akan tetapi jika tidak dia akan skip dulu nyari yang lain. Sheza bukan tipe anak yang suka berkotor-kotor ria dan dia orangnya fashionable. hahaha
bukan fashionable dalam arti yang hedon bukan, akan tetapi dia suka bercermin dan bawa-bawa bajunya,, kemudian dalam pemilihan warna pun dia tau warna favoritnya dia apa.
Dalam kategori memorizing, dia termasuk anak yang cepat belajar. Untuk terus menstimulasinya biasanya saya ajak dia mainan Flashcard.
Point ke tiga
Lalu seperti apa potensi yang saya punya ? Mengapa saya hadir di tengah-tengah keluarga dengan potensi ini ?
Entah kenapa sulit sekali bagi saya menggali potensi diri yang dimiliki, lebih mudah menggali kekurangan diri daripada menggali potensi diri. Untuk mengetahui potensi yang kita punya, kita dapat menggunakan parameter 4E, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, Earn.
1. ENJOY, apakah kamu happy melakukannya
2. EASY, apakah kamu mudah melakukan suatu kegiatan,
3. EXCELLENT, apakah setelah difasilitasi dan diasah oleh pelatih atau kursus hasil yg dibuat semakin keren?
4. EARN, apakah yg kamu kerjakan (setelah hasilnya keren tsb) memberikan manfaat bagi orang lain bahkan dilevel berikutnya bisa menghasilkan. Jika jawab dari semua pertanyaan tersebut YA, maka sangat patut diduga bahwa kamu berbakat di hal tsb.
Jika mengacu pada 4 parameter ini, potensi yang saya miliki diantaranya adalah saya sangat suka sekali pada hal-hal yang berbau "baru", misal rumah baru, kendaraan baru,, eeh eehh nggak ding, hahahaha
yang bener adalah ilmu baru, teman baru, pengalaman baru, dari penjabaran kesukaan saya ini bisa dikatakan saya adalah orang yang selalu bersemangat dalam belajar, suka bersosialisasi, gampang beradaptasi, dan pemberani, hehehe
Dari kesukaan-kesukaan saya itu Earn yang saya peroleh bukan berupa uang atau materi lainnya, melainkan kepuasan batin jiwa raga. Misalnya ketika saya memasak, masakan saya disukai oleh suami, itu ada kepuasan tersendiri untuk saya. Adalagi misalnya ketika saya mendapat ilmu parenting baru mengenai stimulasi daya ingat dengan menggunakan Flashcard, kemudian langsung saya aplikasikan ke anak saya, dan kemudian mulai keliatan hasilnya, disini ada perasaan senang, campur bangga, bahagia. Disini Earn yang sesungguhnya bagi saya.
Menilik potensi-potensi yang ada didiri saya sekarang ini, saya rasa saya hadir di keluarga ini, menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu, adalah untuk menyemangati suami dan anak-anak saya agar mereka tertarik untuk belajar ilmu baru, mempersatukan keluarga dengan suasana yang hangat dan nyaman dan ikut bersosialisasi atau berkontribusi ke masyarakat sekitar dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Bukankah ibadah terpanjang adalah membina rumah tangga ? jadi saya rasa tujuan Allah SWT menjadikan saya sebagai ibu dan istri adalah agar bisa membuat keluarga saya rukun, menciptakan rasa hangat didalam rumah, dan membuat anak-anak saya mandiri dengan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap Tuhan mereka dan Keluarga mereka,
Jika keluarga sendiri telah menemukan kebahagiaan dan kehangatan dalam rumahnya, maka kebahagiaan itu harus dibagikan kepada masyarakat sekitar agar lingkungan masyarakat kita pun bahagia.
Habluminallah Oke, Habluminannas nya juga oke.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga NHW #3 ini,, panjang juga yaa PR nya,, hahaha
semoga dengan adanya NHW ini menjadi semakin sadar akan peran nya dan langsung take action sebagai seorang Ibu Profesional. Semangaaattttt

Komentar
Posting Komentar